bismillaahirrahmaanirrahiim...
beberapa hari yang lalu, sebuah pesan masuk ke dalam ponsel saya..dari sang guru spiritual (baca: murobbi)..
"kadang saya suka bertanya pada diri sendiri..bagian dari hidup saya yang mana yang layak saya sebut pengorbanan..?
kata orang air mata kesedihan adalah bentuk pengorbanan, saya lantas bertanya: atas sebab apa selama ini air mata saya mengalir..? pernahkan dia mengalir karena kesedihan akan kondisi umat, atau sedih karena masalah pribadi..?
ketika orang menyebut kelelahan adalah pengorbanan di jalan da'wah, saya lantas bertanya: lebih banyak karena apa keringat saya bercucuran..? benarkah karena da'wah, atau lebih banyak karena agenda pribadi..?
ketika orang bilang dana adalah pengorbanan, saya jadi menghitung berapa dana yang sudah diinfaq-kan..? atau pernahkah saya harus mengencangkan ikat pinggang agar bisa infaq..?
kata orang pengorbanan bisa juga waktu kita..ah, malu saya untuk menghitung berapa jam setiap hari atau mungkin pekan yang diberikan untuk da'wah..
katanya pengorbanan yang dituntut dalam da'wah ini adalah seluruh hidup kita..tapi berapa persen hidup saya untuk da'wah..?"
ahh..itu..sangat..menohok..bukan..???
allaahummaghfirlanaa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar