Rabu, 28 Desember 2011

karena kau seorang ibu

bismillah..
berikut ini adalah kultwit Ust. Mohammad Fauzil Adhim (judul di atas saya karang-karang sendiri, hehe..)

Bukan kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Ta’ala menghendaki, tak ada yang sulit bagi-Nya menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki. Ingatlah QS. Al-Baqarah, 2: 117. Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar di baliknya. Ada hikmah yang sangat berharga. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya, dan menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.

Andai rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mncabut rasa sakit itu. Andai rasa sakit saat bwrsalin mmbawa kburukan besar yang membahayakan ibu & anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan normal bersebab trauma persalinan tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah. Mereka tidak mampu berkembang secara normal dikarenakan trauma persalinan. Tetapi tidak...! Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan terbayar lunas. Wajah mereka berseri, bahkan di saat yang menunggui masih penat.

Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu & anak trbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir. Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan shalihah istri seorang nabi? Bukankah do’a seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam? Ada pelajaran di sini. Ada yg patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan?

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala & sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Yang berat terkandung kebaikan, begitu pun yang ringan. Sebagaimana, bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yg menyebabkan kita mudah penyakitan.

Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin berkembang teknologi maupun metode-metode yg diklaim dpt membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan? Catatan Dr. Denis Walsh menarik untuk kita perhatikan. Associate Professor kebidanan di Nottingham University ini menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir.” Walsh menunjukkan, rasa sakit saat melahirkn bersifat sesaat, sangat menyehatkan, & mempercepat terbentuknya ikatan emosi antara ibu & anak. Walsh menekankan, melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Usahakan dengan sungguh-sungguh agar setiap persalinan berlangsung alamiah. Jangan memilih operasi caesar kecuali sangat terpaksa, yakni ketika tidak ada pilihan lain & secara medis memang harus bersalin melalui operasi. Karenanya, pastikan Anda memilih dokter yang memiliki integritas pribadi sangat kuat. Jangan sungkan cari second opinion dari dokter lain. Semoga catatan sederhana bermanfaat untuk kita semua. Semoga pula mengingatkan kita untuk berterima kasih kepada ibu kita

aku mencintaimu karena Allah


sudah sunnatullah memang, bila setiap pertemuan selalu diiringi perpisahan. sebab jarak memisah raga. sebab kematian menempatkan pada dunia yang berbeda. tapi semoga Allah tetap memberikan hidayah keimanan pada kita. karena kata-Nya, "..Allah-lah yang mempersatukan hati orang-orang yang beriman.." (al-anfaal: 63). bila Allah cabut hidayah keimanan dari diri kita, bagaimanalah mungkin hati kita bersatu?

aku menitipkan rindu dan cintaku padaNya, biar Ia yang menyampaikannya padamu sesuai dengan caraNya dan pada waktu yang tepat menurutNya. aku menitipkan persaudaraan kita padaNya, biar Ia yang menjaganya dan berkenan untuk memberkahinya. aku menitipkan prasangka-ku akan persaudaraan ini padaNya, agar aku selalu percaya bahwa saudaraku tetap mencintaiku walau tak ada sapa.

setiap kita miliki kenangan manis bersama. tidak-kah itu juga lebih dari cukup untuk melembutkan hati kita agar tak ada noda dalam persaudaraan kita?

saudaraku, aku mencintaimu karena Allah.. :)
 
 
 

Minggu, 18 Desember 2011

Aktivitas Ekonomi Pada Jasa Sewa Ruang Kantor

Tak hanya menguntungkan para pengusaha sewa ruang kantor Jakarta Murah, tetapi penyewaan ruang kantor juga sangat menguntungkan dan memudahkan perusahaan lain.

Karena perusahaan dapat menghemat biaya dengan jasa penyewaan akntor yang ada di Jakarta. Selain itu sekarang jasa sewa ruang kantor juga melakukan aktivitas pengembangan usaha. tertama dalam hal penyediaan layanan virtual office.

info:
Pemanfaatan Virtual Office untuk Bisnis

Jumat, 09 Desember 2011

kudengar detak jantungmu

bismillaahirrahmaanirrahiim...

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,
"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." [QS. Al-Ahqaaf: 15]
hari ini saya bersama suami pergi ke bidan untuk kontrol kandungan (ini pertama kalinya si mister nganter kontrol lho.. :P). sejak divonis (halah..) hamil pada 3 oktober lalu, ini adalah kunjungan ke bidan yang sama untuk yang kelima kalinya. dan kunjungan hari ini, begitu spesial buat kami. karena hari ini adalah kali perdana kami mendengar detak jantung si jabang bayi... :)

akhirnya si mister dapat melihat perkembangan anak kami lewat USG (gel-nya dibilang balsem sama beliau -___-"). janin tunggal intrauterin. usia 15-16 minggu. letak plasenta normal. ketuban cukup. berat 111 gram. "ini tangannya, pak..ini kepalanya, usia segini memang biasanya kepala lebih besar dari tubuh. ini jantungnya, lihat sedang berdenyut. aktivitasnya bagus. di sekitar ini adalah makanan, itu berarti plasentanya berkembang baik karena dapat menyerap makanan..." bu bidan nunjuk-nunjuk layar monitor. si mister ngangguk-ngangguk (pas saya tanya di luar bagian-bagian tertentu dari gambar print hasil USG, dia nggak tau. "ga begitu jelas juga tadi, abis gambarnya cepet berubah-ubah.." hadeuuh..).

subhnallah..alhamdulillah..allahuakbar..

ayat yang saya tuliskan di atas, penuh power buat saya. bagaimana tidak, itu adalah doa yang indah. detak jantung itu menambah keyakinan bahwa benar ada kehidupan dalam rahim saya. kemudian saya tersungkur memohon ampun padaNya. bahwa selama ini saya masih saja lalai kepadaNya. lemah konektivitas denganNya. padahal Ia begitu sayangnya dengan memberi nikmat yang tak terkira. faghfirlii, ya Allah...

ah..detak jantung itu pun menyadarkan saya untuk mengevaluasi kedekatan saya padaNya. kemudian menambah semangat untuk kembali memperbaiki hubungan saya denganNya.

detak jantung itu, mencipta harap agar Ia senantiasa memberi saya kekuatan agar dapat menjaga amanahNya, seorang putra/ putri, yang kami (saya dan suami) telah berazzam untuk mewaqafkannya pada jalan dalam rangka menegakkan dien-Nya.

kemudian, kepada para ibu serta calon ibu yang sedang merasakan kehidupan dalam rahimnya, juga calon ibu yang sedang menanti kehadiran amanah dalam rahimnya, saya ucapkan setulus hati: baarakallaahulakum... :)

fetus usia 16 minggu (sumber: mister gugel)

Selasa, 22 November 2011

bersinar di Rumah Bintang Indonesia

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

sodara2, tau nggak di bogor ada yayasan Rumah Bintang Indonesia (Rubi)..? apakah ini merupakan lembaga informasi hunian para artis indonesia? oow..tentu saja bukan. Rubi ini adalah wadah kegiatan pendidikan non-formal anak, remaja, dan ibu-ibu di kota Bogor.

Sekolah Bintang, salah satu kegiatan Rubi, merupakan pembinaan anak-anak & remaja yang berla...
ngsung sepekan sekali. untuk saat ini SB dilakukan di salah satu rumah warga di kelurahan kebon kelapa, bogor tengah. fokus utama pembinaan adalah tentang akhlak. secara ya, fenomena degradasi akhlak pemuda indonesia sudah kita saksikan di mana-mana. tapi 'kan udah nggak jaman dong kita cuma meratapi apalagi sampe mengutuki kondisi. so, mari kita berkontribusi, walau cuma se senti.

oya, Rubi seneng banget lho kalo dapat bertukar pikiran dengan rekan-rekan yang mengelola kegiatan serupa serta memiliki harapan dan cita-cita yang sama: mencipta generasi bercahaya untuk negeri kita yang berkilau, indonesia! :)

sodara2 yang lagi semangat banget beramal, boleh kok menjadi relawan maupun donatur Rubi.

for more information, tafadhol and monggo visit us:
www.sekolahbintangbogor.blogspot.com atau page facebook Rumah Bintang

matursuwun, jazakumullah ahsanul jaza
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Rabu, 16 November 2011

Sekarang Kesempatan Terakhir RvP Untuk Hengkang

Berita Indonesia - Dalam sebuah sesi wawancara yang dilansir The Sun, Cesc Fabregas melontarkan pernyataan yang seakan menyarankan Robin van Persie (RvP) untuk segera hengkang dari Arsenal.

Kontrak Van Persie di Emirates Stadium masih tersisa dua tahun lagi. Meski begitu, saat ini sudah banyak tim-tim top Eropa yang menyatakan minatnya untuk memboyong pemain asal Belanda tersebut. Sebut saja Manchester City, Real Madrid, dan Inter Milan.

Situasi tersebut lantas memancing Fabregas untuk angkat suara. Sebagai pemain yang sudah berpartner dengan Van Persie selama tujuh tahun, ia mangatakan: "Di umurnya yang sekarang, jika ia ingin pindah, ini adalah kesempatan terakhirnya. Tapi, jika ingin bertahan, ia akan di Arsenal sampai pensiun."

"Kita akan lihat apa keputusannya nanti, tapi selama beberapa tahun belakangan ia loyal pada Arsenal. Ia adalah pemain kunci, fan juga mencintainya," lanjutnya.

Namun, diakui mantan kapten The Gunners itu, ada satu hal yang bisa mengganjal kepergian RvP dari Emirates Stadium. "Ia adalah panutan di Arsenal, pemain bintang, dan saya yakin Arsenal tak akan mau kehilangannya," tutur Fabregas.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga menyanjung penampilan mantan rekannya tersebut di musim ini. "Ia menjalani musim ini dengan luar biasa. Saya berharap ia akan selalu fit. Saat saya berada di sana (Arsenal), sayang sekali ia jarang tampil di sepanjang musim karena cedera," tukasnya.

Selasa, 15 November 2011

part 7

sebuah percakapan di sore hari:

mr. zaki: mirip Jang Geum..
ny. zaki: siapa? aku?
mz: iya..
nz: lebih cantik siapa?
mz: hmm..cantik itu mutlak..
nz: iya, jadi siapa yang lebih cantik, aku apa Jang Geum?
mz: Jang Geum laaahhh..
nz: *manyun*
mz: tapi kalo cinta, udah pasti buat kamu..
nz: *mesem-mesem*

pujian itu memang penting dalam sebuah bahtera rumah tangga. konon, hal tersebut adalah salah satu cara mempertahankan keharmonisan. tapi kemudian saya jadi belajar dengan komentar jujur suami saya. pasti seneng dong, dibilang cantik atau tampan oleh pasangan. tapi bukan itu yang paling penting. mempercayainya bahwa ia mencintai kita, menurut saya itu lebih penting. karena cinta suami mutlak diberikan kepada istrinya, pun sebaliknya. masalah fisik, cantik atau tampan, itu anugerah bagi setiap orang. pun pujian untuk itu, berhak ia terima. jadi, jangan marah ketika pasangan kita memuji orang lain. asal jangan keseringan aja..! dan sepertinya juga kurang baik kalau ditampakkan secara terang-terangan dan terus menerus.

mz: Jang Geum memang lebih cantik, tapi cinta saya belum tentu buat dia..
nz: (dalem hati) aahh..itu mah karna ga kenal aja.. :P

jangan langsung pundung kalau pasangan kita mengatakan orang lain lebih cantik atau tampan dari kita. percayalah, bahwa ia mencintai kita lebih dari sekedar mengagumi pesona fisik kita. jangan lupa, penampilan fisik itu 'kan nggak abadi. dan bersyukurlah akan hal itu.

yaaahh.. Ayu Tingting juga bilang Rafi Ahmad itu ganteng. tapi cintanya Ayu Tingting 'kan belom tentu untuk Rafi Ahmad.. :P

wallaahua'alam bishshawwab

Sabtu, 08 Oktober 2011

Gunakan Nomor Faks Kantor Asuransi

MANADO, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mensinyalir teror bom pesawat Garuda nomor penerbangan GA 601 rute Manado-Jakarta, Rabu lalu berasal dari sebuah kantor asuransi di Manado. Meski demikian pelaku teror masih dicari. Tidak seperti adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia yang sedang dalam kondisi baik - baik saja.

Ancaman bom melalui faksimile yang dikirim seorang bernama Denny Michael Karundeng ke kantor Garuda cabang Manado dan sebuah kantor koran di Manado berasal dari nomor facsimile kantor asuransi yakni 0431-8881197.
-- Carlo Tewu

Kapolda Sulut Brigjen Carlo Tewu mengatakan pihaknya intensif memeriksa delapan orang saksi. Para saksi berasal dari sebuah kantor asuransi swasta di Kawasan Pertokoan Mega Mas. Belum ada yang menjadi tersangka, katanya.

Menurut Carlo, ancaman bom melalui faksimile yang dikirim seorang bernama Denny Michael Karundeng ke kantor Garuda cabang Manado dan sebuah kantor koran di Manado berasal dari nomor faksimil kantor asuransi yakni 0431-8881197.

Dikatakan pelaku teror memakai nama samaran mencatut nama sebuah marga di Manado. Polisi sendiri yang memeriksa mesin faks yang diduga dipakai mengirim teror tidak mendapatkan bukti ada pemakaian pada jam pengiriman.

Ancaman teror bom terjadi pada Rabu lalu diterima setelah pesawat mengudara sekitar pukul 14.00 Wita. Isi faksimile terse but menyatakan bahwa Garuda diharap segera mendaratkan kembali pesawat ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, atau ke bandara terdekat karena di dalam pesawat terdapat bom.

Disebutkan dalam badan pesawat terdapat bahan peledak jenis C4 dengan pemicu time detonator yang telah dirancang akan diledakkan pukul 15.40 WIB atau 30 menit sebelum pesawat mendarat di Jakarta.

Fakultas Ekonomi Undip Gelar IMSG 2011

Semarang, CyberNews. Fakultas Ekonomi Undip menggelar IMSG (Indonesia Management Students Gathering) 2011 bertempat di Hal Pertamina Dekanat Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Jumat (7/10) hingga Minggu (9/10).

Rincian acara dalam IMSG yaitu Gathering Manajemen se-Indonesia, Talkshows dengan judul "Implementasi IPTEK dalam Pemberdayaan UMKM" dan Conference dengan judul "Meningkatkan Daya Saing UMKM dalam menghadapi ACFTA atau Pasar Bebas".

Acara akan dimulai Sabtu (8/10) pukul 08.00 hingga selesai. Adapun sebagai pembicara dalam kegiatan itu yaitu Djoko Widodo (Djokowi) sebagai Walikota Solo, Hertoto Basuki (KADIN Jateng), Pimpinan ESIA dan Tokoh UMKM yang telah sukses dibidangnya.

Sedangkan peserta kegiatan Mahasiswa Manajemen dengan HTML Rp 25.000 (tiket terbatas) kapasitas 75 orang. Perwakilan Himpunan mahasiswa jurusan Manajemen se-Indonesia HTML Rp 100.000 / orang. Maksimal delegasi 3 orang kapasitas 75 orang. Peserta akan memperoleh fasilitas berupa Seminar Kit, makan siang dan Sertifikat.

Kilas Ekonomi Target Semarang Jadi Kota MICE

SEMARANG (Suara Karya): General Manger Hotel Horison Semarang Benk Mintosih mengatakan, Pemerintah Kota Semarang butuh waktu sekitar tiga tahun untuk mewujudkan jadi Kota MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), sebagaimana yang sudah dideklarasikan. Ini mengingat masih banyak yang perlu dipersiapkan. "Saya pikir Semarang masih butuh waktu sekitar tiga tahun untuk benar-benar menjadi Kota MICE," ujarnya, kemarin.
Benk, yang juga Kepala Badan Promosi Pariwisata Kota Surakarta ini, mengatakan, salah satu yang harus dilakukan Pemkot Semarang adalah membangun convention hall yang mampu menampung minimal 3.000 orang lengkap dengan audio system. Di Solo terdapat Diamond Convention Center yang berkapasitas paling tidak 3.000 orang. Demikian pula Yogyakarta yang memiliki Jogja Conventions Center (JCC). (Pudyo Saptono)

Piaggio Pasarkan Vespa Matik
SEMARANG (Suara Karya): PT Skuterindo Mandiri Lestari, selaku perwakilan resmi PT Piaggio Indonesia untuk wilayah Jateng, ikut meramaikan pasar motor skuter matik. Piaggio meluncurkan sekaligus empat produk Vespamatic di Kota Semarang dan Kota Solo mulai Oktober 2011 ini, meliputi Piaggio ZIP 100 dengan harga Rp 14,3 juta, Piaggio Liberty 150 seharga Rp 24 juta, Vespa LX 125 carburator seharga Rp 24,5 juta, dan Vespa LX 150 seharga Rp 26,6 juta.

Menurut Presiden Direktur PT Skuterindo Mandiri Lestari Aditya Syahrizal, untuk wilayah Jateng, ruang pamer produk hanya ada di Semarang dan Solo. Namun, dalam waktu dekat akan segera dibuka di Magelang, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, dan kota-kota lain di Jateng.

Perdagangan Luar Negeri

Keberadaan misi dagang Sarawak Expo pada 7–9 Oktober ini semoga membuahkan hasil yang nyata antara Sarawak dan Kalbar. Selain regulasi yang sudah terbangun, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) antara kedua belah pihak, juga memiliki potensi yang masih luas untuk dikembangkan.

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi berharap dapat terjalin hubungan dagang yang nyata dan berkelanjutan antara Kalbar-Sarawak. Bukan hanya kesepakatan tertulis saja, namun lepas dari misi ini, dapat berbuah hasil yang nyata, baik di bidang pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya. Alasannya Kalbar memiliki 5-6 ribu hektare lahan yang siap untuk digarap bersama.

Presiden SCCI Datuk Abang Karim Tun Abg Haji Openg juga mengharapkan adanya komitmen secara bersama-sama dan menjalin hubungan baru yang erat, dalam usaha meningkatkan ekonomi kedua pihak. Sarawak dan Kalbar tiada berbeda, hanya perbedaan administratif negara saja. Diharapkan Kalbar-Sarawak dapat bersama-sama saling mendukung dalam percepatan pembangunan kawasan.

Dua kekuatan ekonomi Indonesia yang diingkari oleh bangsa ini, sektor pertanian-perkebunan dan kekuatan perdagangan luar negara (ekspor dan impor). Ini menunjukkan Kalbar memang cocok untuk lebih mesra lagi dengan Sarawak.

Antara kedua kekuatan ini pun saling mendukung sehingga keduanya sangat berperan dalam kurun waktu perekonomian Indonesia berjalan. Keduanya dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Pertanian/perkebunan menjalankan dua fungsi yaitu berfungsi bagi kegiatan ekonomi dalam negeri dan kegiatan ekonomi luar negeri.

Bagi fungsinya di dalam negeri, pertanian-perkebunan mempunyai peran bagi penyediaan kebutuhan konsumsi dalam negeri, kebutuhan bahan baku industri dalam negeri, dan penyediaan barang-barang untuk diekspor.

Peran perdagangan luar negeri dari pertanian dan perkebunan juga tidak kecil. Ia mengambil peran yang besar di dalam ekspor Indonesia. Di samping memperbesar kegiatan perdagangan ia juga berperan sebagai penyedia dan memperkuat cadangan devisa. Perdagangan luar negeri Indonesia saat ini masih dikuasai oleh ekspor barang hasil pertanian dan perkebunan.

Ternyata kinerja perdagangan luar negeri Indonesia lebih cepat pulih dari krisis ekonomi global jika dibandingkan dengan pemulihan sektor industri dalam negeri Indonesia.

Dengan demikian, peluang kerja dan pembentukan pendapatan pada kegiatan ekspor juga akan bangkit lebih cepat mengikuti perkembangan ekspor. Yang kurang menggembirakan adalah kegiatan impor. Dengan minusnya pertumbuhan impor maka di Indonesia untuk tahun 2010.

Pengaruh itu juga akan terasa pada produksi kebutuhan barang industri dalam negeri. Padahal saat ini perekonomian Indonesia sedang dilanda masalah oleh masuknya barang industri dari luar negeri yang begitu deras. Rendahnya produksi barang industri bagi kebutuhan dalam negeri dikhawatirkan akan memengaruhi perimbangan pasokan barang industri buatan dalam negeri dan impor barang industri Indonesia.

Untuk masa mendatang, dalam rangka menjadikan kegiatan perdagangan luar negeri sebagai andalan perekonomian Indonesia, para pembuat kebijakan ekonomi hendaknya dapat memberikan perhatian yang lebih besar sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara mitra dagang Indonesia.

Perhatian itu dapat diberikan dalam bentuk perpajakan dan perkreditan yang bersifat khusus serta insentif lainnya. Kekuatan pertanian-perkebunan dan perdagangan luar negeri, masih bisa dipakai untuk menjaga kekuatan ekonomi Indonesia sebelum kegiatan industri Indonesia berkembang.

Recovery AS Dorong Harga Minyak Menguat

JAKARTA - Harga minyak dunia selama Oktober ini akan menguat seiring dengan upaya Amerika Serikat (AS) mempercepat mempercepat recovery ekonomi melalui berbagai paket penyelamatan dan stimulus ekonomi.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari penanganan krisis utang zona Eropa dan masih terjaganya pertumbuhan ekonomi tinggi di China yang berdampak meningkatnya harapan akan terus tumbuhnya perekonomian global.

Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (7/10/2011) menjelaskan, jika faktor lain yang juga diperkirakan dapat memperkuat harga minyak adalah meningkatnya permintaan minyak mentah sebagai cadangan persiapan pemenuhan kebutuhan saat musim dingin serta rendahnya cadangan atau stok minyak komersial dunia saat ini.

Sedangkan faktor yang memperlemah harga minyak, antara lain kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global akibat belum tuntasnya permasalahan krisis utang zona Eropa dan masalah pengangguran serta defisit anggaran yang melanda AS dan ancaman inflasi yang melanda negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti China dan India.

Selain itu, peningkatan pasokan minyak mentah dari negara-negara OPEC, terutama pasokan dari Libya yang diperkirakan dapat berangsur-angsur pulih paska jatuhnya pemerintahan Khadafi.

Ekonomi AS Terancam, Obama Desak Eropa Cepat Atasi Krisis Utang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Presiden AS Barack Obama, Kamis memperingatkan bahwa Eropa harus "bertindak cepat" untuk mengatasi krisis utangnya, setelah mengatakan masalah di benua ini menjadi ancaman serius bagi perekonomian AS yang rapuh.

"Mereka harus bertindak cepat," kata Obama dalam sebuah konferensi pers Gedung Putih. "Kami telah mendapatkan pertemuan G20 mendatang pada November. Harapan kuat saya adalah bahwa pada waktu pertemuan G20 itu, bahwa mereka memiliki rencana konkret sangat jelas dari tindakan yang cukup untuk tugas itu."

Krisis utang yang dimulai di Yunani, memerangkap Irlandia dan Portugal di perjalanan dan sekarang mengancam Italia dan Spanyol, adalah menempatkan pada risiko zona euro secara keseluruhan dan mata uangnya karena paparan bank-bank terhadap
utang negara sehingga tidak mungkin untuk menaikkan pendanaan.

Akibatnya, "krisis kredit" telah memicu peringatan kemungkinan terulangnya 2008 ketika bank investasi AS Lehman Brothers bangkrut, hampir mengambil sistem keuangan global turun dengan itu, tetapi juga dukungan pemerintah besar-besaran.

"Ketidakpastian di sekitar Yunani dan kemampuan mereka untuk membayar utang berjalan mereka di pasar modal ... karena utang yang banyak dari negara Eropa selatan telah dihadapi termasuk Irlandia dan Portugal," kata Obama.

"Semua menempatkan tekanan berat pada sistem keuangan dunia," katanya, menambahkan bahwa "angin nakal besar (menghadap) ekonomi Amerika" adalah ketidakpastian tentang Eropa. Obama menekankan ia yakin bahwa para pemimpin Eropa "ingin bertindak untuk mencegah krisis utang dari lepas kendali atau melihat potensi pecahnya euro."

Tetapi dia menunjuk ke politik "tangguh" di Eropa, di mana pemimpin harus menempa kesepakatan dengan lebih dari dua lusin parlemen. "Teknik tindakan terkoordinasi seperti itu sangat sulit," katanya.

Dan dia bersikeras bahwa Eropa tidak bisa, karena banyak negara telah selama beberapa dekade bergantung pada Amerika Serikat menjadi "pembeli of last resort" dengan Amerika mengambil cepat barang-barang di dunia.

Dengan keluarga dan bisnis AS memotong kembali dan berusaha untuk mengurangi utang, "apa artinya itu adalah Eropa tidak akan dapat mengekspor sebagai jalan keluarnya dari masalah ini," kata Obama.

"Kita tidak bisa hanya menjadi, anda tahu, kenaikan utang kami dalam rangka untuk membantu ekonomi orang lain," katanya.

Krisis Global, Picu Rupiah Jauhi Level Rp8.000/US$

INILAH.COM, Jakarta - Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika dan Eropa diperkirakan akan mempengaruhi nilai tukar rupiah untuk beberapa bulan ke depan.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi, Fauzi Ichsan kepada INILAH.COM, Jakarta Jum'at (7/10). "Rupiah saya perkirakan akan melemah di kisaran Rp9.500," kata Fauzi.

Menurut Fauzi pelemahan nilai tukar tersebut terjadi jika krisis monter yang terjadi di Eropa khususnya Irlanida, Yunani dan Portugal belum bisa diredakan oleh bank dunia dan IMF.

"Selama IMF dan bank dunia belum bisa menyuntikan danannya untuk negara tersebut potensi pelemahan rupiahh sangat terbuka. Bahkan bukan tidak mungkin rupiah akan di kisaran Rp9.500," tukas dia.

Selain pelemahan nilai tukar rupiah, krisis global tersebut menurut dia juga akan berpengaruh terhadap penurunan nilai saham. "Kuncinya adalah kita harus sabar," jelas dia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar valas saat ini Rp8.800 rupiah.

Selasa, 19 Juli 2011

part 6

Rasanya baru dua bulan yang lalu beliau mengucapkan perjanjian agung itu. Emang baru dua bulan sih. Hampir tiga bulan tepatnya. Pada suatu waktu saya bertemu seorang kawan. “Weeesss...penganten baru...gimana rasanya, Dil?” katanya. Saya jawab, “Wahhh...bahagia sekali, Mas...”. Trus dia bilang lagi, “Paling cuma tiga bulan...hahahaha...”. Dasar! Kawan saya melanjutkan lagi, “Kata temen-temenku yang udah nikah, nikah itu enaknya cuma tiga bulan. Setelah itu, akan ada banyak masalah... Siap-siap aja...” Saya manyun. Nggak mau disamain sama temen-temennya kawan saya itu. Saya paham betul, akan selalu ada masalah selama mengarungi bahtera rumah tangga. Tapi saya nggak mau, kebahagiaan itu cuma mampir tiga bulan. “Liatin aja...akan kubuktikan setelah tiga bulan nanti.. :P” kata saya kepada kawan saya akhirnya.

Dua bulan 19 hari. Suatu ketika kami berbeda pendapat. Lebih lama dari yang sudah-sudah, sehari semalam. Plegmatisnya saya umpetin dan saya sematkan melankolis pada diri saya saat itu. Ketika malamnya suami saya membawa makanan, saya pura-pura tidur. Selain karena lagi sebel, saya pengen sekali-kali tidur lebih dulu dari suami saya. Hasilnya? Saya kelaparan! Nah, rugi banget ‘kan..? Akhirnya saya menyesal. Mulai belajar kembali untuk mendamaikan perasaan. Alhamdulillah, masalah selesai. Tapi saya tetap bilang sama suami saya, “Pokoknya, suatu saat aku harus tidur lebih dulu daripada Aa. Cepat atau lambat, aku akan melakukannya! :P”

Subhanallah. Konflik (yang terselesaikan) ternyata salah satu seni menumbuhkan cinta. Asal jangan dibuat-buat aja. Minimal itulah hikmahnya. Guru kami, Ust. Asep pun berkata saat memberi taujih pada hari pernikahan kami, “Karena menikah itu ibadah, ya pasti ada aja masalah. Tapi di situlah tarbiyahnya..”. Ahh..usia pelayaran kami masih sangat muda. Jarak tempuhnya pun masih pendek. Masih perlu banyak belajar pada orang tua-orang tua kami. Satu hal yang pasti, cinta memang kata kerja, kata Ust. Anis Matta. Memang perlu diupayakan. Kalaupun tiba-tiba ia tumbuh sendiri tanpa kerja keras, itu anugerah. Wajib disyukuri.

Suatu hari suami saya berkata, “Nong, besok-besok kalo Aa pulang, disambut yang baik, ya.. Pake jilbab dan baju yang rapi. Mau pergi ngaji aja rapi, masa ketemu suaminya nggak...”. Saya nyengir sambil ngangguk. Ini gara-gara saya ketiduran abis maghrib, trus pas beliau pulang ke rumah saya sambut dengan mukena lengkap masih saya kenakan. Mata sipit karena bangun tidur (itu juga bangun karena denger suara klakson motor). Untung nggak ada bercak-bercak di wajah.

Kemarin suami saya berpesan kembali saat bertemu di kampus, “Jangan lupa, nanti malem yang rapi ya..” Saya berpikir keras. Kira-kira saya musti berpenampilan kayak gimana? Pake batik? Aduh. “Yaudah, aku pulangnya bareng Aa aja...” Suami saya manyun. Sepanjang jalan pulang, saya berpikir. Trus ketawa-ketawa sendiri, setelah memikirkan rencana kostum yang akan saya kenakan. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengenakan daster yang biasa saya pakai (dasternya layak kok, kayak gamis), tapi berjilbab rapi layaknya hendak keluar rumah. Cengar-cengir sendiri. Sambil berandai setelah itu beliau mengajak makan kepiting di warung seafood (ngarep..). Kemudian beliau pulang. Lalu terpesona (‘kaliii...). Backsoundnya lagu Rhoma Irama, ‘diii balik kerudung...’ (:P) “Subhanallah..alhamdulillah..meskipun pake daster..” Saya mingkem denger statement terakhirnya. Tapi saya bahagia. Apalagi setelah melihat bungkusan plastik yang dibawanya. Kepiting asam manis! “Enaknya kalo makan kepiting begini rame-rame...” kata beliau dengan kaki kepiting di tangannya. “Iya...biar seru ya, A...” kata saya sambil nyongkel daging dalam cangkang. “Iya...biar bisa patungan juga bayarnya...” Dasar! :))

Ahh...ya. Memang perlu diupayakan. Menyemai benihnya. Memberi nutrisinya. Menyiraminya. Memang tidak mudah. Tapi tetap saja, indah. Sebulan. Tiga bulan. Setahun. Selamanya. Insyaallah.
[190711]

Setulus hati menyampaikan kepada para 'assabiqunal awwalun' dalam pelayaran bahtera rumah tangga: baarakallaahulakum.. :)

part 5

Suatu hari, ba’da shubuh, kami kembali diingatkan oleh sebuah taujih dari sebuah buku taujihat pekanan kader PKS. Temanya mengenai Fiqih Zuhud dan Qana’ah. Saya akan membaginya untuk rekan-rekan semua. Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk mengamalkannya.
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Akhi wa ukhti fillah...
Kehidupan dunia itu bersifat sementara. Dunia bukan tempat tinggal yang abadi. Allah SWT dan Rasul-Nya telah banyak memberikan informasi kepada kita tentang hakikat dunia. Allah SWT berfirman, “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu, serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadiid: 20)
Akhi wa ukhti fillah...
Kehidupan dunia yang sementara ini, harus kita jadikan sebagai bekal untuk menuju kehidupan yang kekal nan abadi, yaitu kehidupan akhirat. Karena dunia adalah jembatan menuju akhirat. Allah SWT berfirman, “Dan carilah dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu kebahagiaan akhirat, namun jangan kamu lupakan bagianmu di dunia...” (Al-Qashash: 77). Dunia adalah mazra’ah (lahan amal) yang kita akan temukan hasilnya kelak. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 7-8).
Oleh karenanya, kita sebagai kader partai dakwah harus mampu membangun amal unggulan dan amal kebaikan di dunia sebagai bekal untuk akhirat kita. Membangun citra diri seorang kader dakwah dengan meningkatkan kekuatan spiritual pada semua marhalah “amal” yang telah dijabarkan Asy-Syahid dalam Majmuu’ah Rasaa’il. Salah satu kekuatan spiritual yang harus dimiliki seorang qiyadah (pemimpin) dan kader dakwah ini, khususnya di mihwar mu’assasi adalah sifat zuhud dan qana’ah.
Akhi wa ukhti fillah...
Rasulullah saw. telah bersabda: Dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idy, ia berkata, “Seseorang telah mendatangi Nabi saw. seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku amalan yang sekiranya aku mengerjakannya, maka Allah dan manusia mencintaiku.’ Lalu Rasulullah saw. bersabda, ‘Zuhudlah kamu pada dunia, niscaya Allah akan mencintaimu; dan zuhudlah pada apa yang dimiliki manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah)
Akhi wa ukhti fillah...
Kenapa akhlak zuhud dan qana’ah harus difokuskan dan ditekankan pada mihwar mu’assasi ini? Karena kita sadar betul bahwa di saat dakwah memasuki mihwar ini, peluang-peluang kebaikan dan kemudahan sangat terbuka bagi kita. Pintu-pintu dunia terbuka luas di depan kita. Dan di sisi lain, gesekan-gesekan kepentingan antarkader mulai terasa. Syahwat duniawi mulai tak terbendung merasuki jiwa kita. Hal ini belum pernah kita temukan dan kita rasakan pada mihwar-mihwar sebelumnya. Karena memang sebelumnya belum pernah ada jabatan publik dan jabatan politik yang sangat menggiurkan semua manusia. Sebelumnya rahim dakwah memang belum pernah melahirkan mujahid siyasi (dai politikus) yang sekaligus menjadi entrepreneur muda.
Akhi fillah...
Coba kita renungkan sejenak kondisi saudara-saudara kita yang berebut dan bermusuhan di partai-partai mereka. Tidakkah semua disebabkan faktor dunia ini?
Akhi wa ukhti fillah...
Rasulullah saw. sejak awal mengingatkan para sahabatnya –di mana mereka adalah generasi terbaik umat ini– tentang fitnah kenikmatan dan kelapangan dunia. Tentunya, agar jiwa para sahabat tidak terfitnah dengan dunia dan mampu mengendalikannya sebagai sarana meraih kehidupan akhirat. Beliau saw. bersabda: Dari Atha’ bin Yasar, dia mendengar Abu Said Al-Khudri r.a. bercerita bahwa Nabi saw. pada suatu hari duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekelilingnya. Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di antara yang paling aku takutkan atas kalian sepeninggalku adalah terbukanya kenikmatan dunia dan perhiasannya atas kalian...” (HR. Bukhari)
“Maka demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian tetapi dihamparkannya dunia sebagaimana yang dialami orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka dan juga akan dihancurkannya sebagaimana mereka.” (HR. Bukhari)
Akhi wa ukhti fillah...
Zuhud bukan berarti harus meninggalkan dunia. Zuhud juga bukan berarti kita tidak diperbolehkan ikut serta dalam panggung politik, meraih jabatan, dan jauh dari dunia usaha. Akan tetapi, yang dimaksud dengan hakikat zuhud adalah penguasaan dunia tanpa harus mengganggu jiwa. Dunia boleh di genggaman kita, tapi tidak boleh melekat dalam hati kita.
Akhi fillah...
Apapun yang kita miliki dari kekayaan yang diberikan Allah, bila kita gunakan dan kita belanjakan untuk membangun amal kebaikan dan amal unggulan dalam bingkai ukhrawi kita, maka hal ini juga termasuk zuhud.
Akhi wa ukhti fillah...
Banyak sahabat dan tabiin yang memiliki harta dan kekayaan yang melimpah ruah. Akan tetapi, mereka termasuk orang-orang yang paling zuhud pada masanya. Dari kalangan sahabat lahir tokoh zuhud seperti Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, dan Sa’ad bin Abi Waqash. Dari kalangan tabiin muncul tokoh yang paling zuhud seperti Abdullah bin Mubarak, Sufyan Ats-Tsauri, dan Al-Laits bin Said, bahkan beliau berkata, “Sekiranya kita tidak memiliki harta, maka mereka akan menjadikan kita seperti telapak meja.”
Akhi wa ukhti fillah...
Tidak masalah bila di kalangan kader dakwah pada mihwar muassasi dan mihwar-mihwar selanjutnya banyak yang memiliki harta dan kekayaan yang dihasilkan dari jabatan-jabatan publik, partnership strategic (Rabthul ‘Aam), dan amal usaha halal yang lain. Hanya saja, mereka harus lebih semangat memberikan kontribusi maaliyah-nya kepada dakwah, selain memenuhi kewajiban yang telah disepakati.
Zuhudnya seorang kader adalah apabila ia senantiasa berlomba-lomba dalam jihad siyasi dengan segala yang dimiliki. Apalagi rezeki dan kekayaan yang diberikan Allah SWT kepada kita, salah satu pintunya adalah dakwah ini.
Allah SWT berfirman:
“Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At-Taubah: 41)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al-Hujuraat: 15)
Rasulullah saw. bersabda:
“Sebaik-baik harta adalah harta yang baik di tangan orang yang saleh.” (HR. Imam Ahmad dari sahabat Amr bin Al-Ash)
Akhi wa ukhti fillah...
Coba kita renungkan pernyataan para salafusaleh tentang zuhud yang dikutip Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziah berikut ini: Aku mendengar Syaikhul Islam, Ibnu Taimiah, semoga Allah menyucikan ruhnya, berkata, “Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat di akhirat.”
Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Zuhud pada dunia adalah pendek angan-angan, bukan memakan makanan biasa dan memakai pakaian kasar.”
Imam Al-Junaid Al-Baghdadi berkata, “Zuhud itu seperti yang dijelaskan dalam firman Allah, ‘Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Al-Hadiid: 23)’. Maka, orang yang zuhud adalah orang yang tidak terlalu gembira terhadap dunia yang ada dan tidak bersedih terhadap yang hilang.”
Akhi wa ukhti fillah...
Dengan semangat zuhud yang kita lakukan, akan melahirkan soliditas internal yang kuat, harmonisasi sosial, keterpautan hati masyarakat dengan kita, selain terbentuknya kekuatan spritual di sisi Allah.
Akhi wa ukhti fillah...
Selain sifat zuhud ini, setiap kita juga harus memiliki sifat qana’ah. Qana’ah berarti ridha dengan jatah atau bagian, menerima sesuatu yang terjadi dan yang telah ditetapkan Allah, baik yang berkaitan dengan rezeki, jabatan, dan musibah. Qana’ah sangat urgen dimiliki oleh kader pada era mihwar muassasi dan mihwar selanjutnya. Karena qana’ah merupakan benteng jiwa yang mampu menahan arus dan gelombang frustasi, futur, lemah, dan tak berdaya di saat harapan dan keinginan jiwa tak tercapai. Seperti harapan besar kita dalam memenangkan Pemilu.
Akhi wa ukhti fillah...
Manifestasi sifat qana’ah dalam diri kader adalah penerimaan dan keridhaan atas kekalahan dan kemenangan setelah melakukan seluruh usaha dan perjuangan. Inilah yang dimaksud dengan qana’ah rabbaniah yang termaktub dalam hadits “radhiitu billaahi rabban” (aku ridha Allah sebagai Rabb). Menerima dengan penuh keikhlasan atas semua yang terjadi. Allah SWT berfirman:
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadiid: 22-23)
Akhi wa ukhti fillah...
Qana’ah dalam bingkai gerakan dakwah kita juga berarti penerimaan atas keputusan dan kebijakan yang telah diambil dan ditetapkan oleh Qiyadah Tandzimiah kita. Inilah yang disebut dengan qana’ah fikriyah. Qana’ah ini sangat penting dalam menguatkan soliditas kader, menjaga amal jama’i, dan mengokohkan barisan dakwah.
Dan qana’ah juga berarti hilangnya rasa iri dan dengki terhadap kondisi saudara kita yang lain. Mungkin ada saudara kita yang telah mendapatkan amanah jabatan, baik yang di legislatif maupun di eksekutif. Ada yang memiliki kekayaan yang melimpah dari hasil kemitraan, partnership, dan pengembangan usaha halal lainnya. Maka sebagai kader, kita perlu membersihkan hati dari sifat ghill (iri/ dengki). Tidak usah berkomentar dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, seperti, “Sama-sama anggota DPR kok beda-beda rezekinya.” Bahkan yang urgen, kita melakukan autokritik terhadap diri kita tentang kelemahan dan ketidakberdayaan diri. Inilah inti doa yang diajarkan Allah kepada kita:
“Dan orang-orang yang datang sesuadah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (Al-Hasyr: 10)
Akhi wa ukhti fillah...
Semoga sifat zuhud dan qana’ah ini senantiasa inheren dan mengkristal dalam jiwa kita sebagai kader partai dakwah. Agar kita bisa istiqamah dalam berdakwah, bersatu di bawah panji-panji harakah, dan bersama merealisasikan cita-cita besar kita, yaitu ustaadziyatul ‘aalam.
Wallaahu a’lam bish-shawaab.
Begitulah isi taujih yang dibacakan oleh suami saya. Saya termenung. Menatap wajahnya. Ada sebening air menetes dari matanya.
[240611]

Minggu, 10 Juli 2011

suka deh.. :)

Saya lagi baca-baca majalah Ummi, trus ngeliat sebuah puisi di rubrik ‘Permata’. Bagi saya, puisi yang ditulis oleh anak kelas dua madrasah ibtidaiyah (setara dengan es-de) ini hebat sekali. Menceritakan proses terjadinya hujan secara sederhana dengan indah, dan tentu saja puitis. Ini puisinya:

Kisahku
Aku
Setetes air
Samudra rumahku
Bersama ayah, ibu, dan adik
Di suatu senja kutinggal mereka
Karena diajak panas matahari
Kini aku di langit bersama teman-teman
Bingung kemana hendak dituju
Oh ibu...
Aku rindu
Sedih, andai tiada perpisahan
Aku pun menangis lalu jatuh ke bumi
Mereka panggil aku
Hujaan! Hujaaan! Datang
Berhari-hari aku berjalan bersama sungai
Kini...
Aku bertemu ibu, ayah
Dan kakak adikku di samudra
Bahagia...
Karya: Zoelva Nadia; kelas II MI Al-Wathoniyah; Mojoanyar Bareng Jombang Jawa Timur 61474

Nice.. :)


 

Kamis, 07 Juli 2011

#4

..Kadang takdir Allah terlalu rumit dicerna dalam basis data dan fakta logika manusia. Tapi menjadi lebih mudah diterima dalam basis iman seoran hamba. Memang benar ketika dikatakan bahwa kekuatan seorang hamba ketika dia memasrahkan semua urusan pada Rabb-nya. Maka jika takdir adalah kehendak-Nya, biarkan kita hanyut dalam skenario-Nya. Semoga muara dari tiap aliran takdir-Nya membawa pada samudra keridhaan-Nya..



Selasa, 05 Juli 2011

alhur membina..

Saya baru mendengar nama Al-Hurriyyah pertama kali sejak menginjakkan kaki di tanah Institut Pertanian Bogor, Darmaga. Pada saat penerimaan mahasiswa baru saya berkesempatan untuk menunaikan sholat zuhur di sana. Merasakan lembutnya lantai marmer masjid untuk yang pertama kali. Di sela-sela perasaan yang membuncah, terselip haru dalam tanya. Di tempat ini kah akan saya miliki cerita...?
Awalnya saya mengisi beberapa kolom UKM di form pendaftaran. Nyatanya tak satu pun UKM tersebut saya ikuti. Terbiasa mengikuti organisasi di sekolah menengah, rasanya pasti akan berbeda bila di kampus saya hanya kuliah tanpa beraktifitas di luar itu. Suatu ketika saya berbincang dengan seorang senior, kakak pendamping saya saat ospek. Beliau berkisah tentang kegiatan yang diikutinya di kampus. Sebuah lembaga semi otonom DKM Al-Hurriyyah bernama Birena, bimbingan remaja dan anak-anak. Mendengar ceritanya, saya teringat TPA yang dulu ada di rumah. Selama tiga tahun saya mengajar anak-anak sekitar komplek perumahan di rumah saya setiap ba’da maghrib. Dan sumringah lah wajah saya saat mendengar kegiatan yang diceritakan senior saya tersebut. Esoknya saya mendaftar, wawancara, kemudian dipersilakan untuk magang di sana. Maka setiap hari Ahad pagi langkah kaki saya tegap menuju Aula Masjid Al-Hurriyyah di mana kegiatan itu berlangsung.
Beberapa saat kemudian, dibuka pendaftaran pengurus BEM TPB. Barangkali memang sudah di-renstra olehNya sehingga saya tergerak untuk mendaftar. Dan masuklah saya dalam kepengurusan menjadi sekretaris 1 BEM TPB angkatan 43. Aktifitas saya di lembaga ini, ternyata tak menghalangi saya untuk rajin mampir di Al-Hurriyyah. Beberapa pelatihan keorganisasian saya ikuti di Al-Hurriyyah. Melepas penat karena banyaknya rapat, saya ke Al-Hurriyyah. Berjumpa kawan seperjuangan, seringkali di Al-Hurriyyah.
Selepas tingkat satu, saya mulai fokus di Birena. Saya tidak banyak mengenal pengurus Al-Hurriyyah. Birena yang saat itu menjadi lembaga semi otonom praktis tidak bergabung secara langsung dengan kepengurusan LDK Al-Hurriyyah. Baru tahun 2009 Birena dijadikan departemen di bawah LDK Al-Hurriyyah, tidak lagi menjadi LSO. Dan pada tahun 2010 saya diminta untuk membantu mengkoordinasikan Departemen Birena dengan LDK Al-Hurriyyah.
Al-Hurriyyah mengikat saya tak hanya dengan struktur keorganisasian, namun lebih dari itu. Ia benar-benar mengikat saya dengan banyak ikatan yang lembut. Secara fisik, Al-Hurriyyah membuat saya betah berlama-lama di sana. Kesejukannya, kenyamanannya, serta ketenangannya membuat saya tak jarang terlelap di sana (hehe..). Apalagi semenjak tingkat dua saya tinggal di rumah tante yang rumahnya jauh dari kampus. Maka Al-Hurriyyah menjadi tempat persinggahan di saat waktu kosong saya, selain pada jam-jam sholat fardhu. Ruang-ruang di balik mihrabnya menjadi tempat kami memusyawarahkan berbagai persoalan. Sudut-sudutnya menjadi tempat bagi saya menimba ilmu dalam sebuah halaqah. Hamparan sajadahnya menjadi tempat bagi saya untuk bermunajat padaNya, menumpahkan air mata kegalauan hati saya, dan menggumamkan doa-doa untuk banyak hal dalam hidup saya. Tembok-temboknya menjadi tempat saya bersandar sambil membaca diktat atau hand out kuliah. Bahkan jalan setapaknya membuat saya banyak berdzikir karena seringnya saya terjatuh dari motor di sana. Ah, Al-Hurriyyah mengikat saya dengan saudara-saudara saya dalam iman, dalam ikatan bernama ukhuwah islamiyah. Ikatan yang membuat saya selalu terpesona.
Hingga akhirnya, Al-Hurriyyah pun menjadi sarana tak langsung bertemunya saya dengannya, seorang pemuda yang akhirnya menjadi teman hidup saya. Seorang pemuda sederhana yang bersamanya saya percayakan masa depan saya. Saya tidak terlalu mengenal pemuda itu sebelumnya. Saya hanya tahu bahwa beliau merupakan ketua DPQ (Departemen Pengajaran Qur’an) LDK Al-Hurriyyah pada tahun 2009 serta koordinator asisten PAI (Pendidikan Agama Islam) IPB dan staff PSDM LDK Al-Hurriyyah pada tahun 2010. Saya hanya tahu beliau satu angkatan dengan saya dan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam membaca dan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Saya hanya tahu beliau tinggal di asrama Al-Hurriyyah sebagai marboth dan kerap menjadi muadzin atau imam shalat tarawih. Saya hanya tahu beliau membuka sebuah usaha kuliner, martabak mini, bersama tiga sahabat saya. Ya, saya mengenalnya selama ini sebagai saudara seperjuangan di kampus, yang walaupun tidak pernah bersama dalam satu tim, tetapi kami memperjuangkan hal yang sama. Kampus madani.
Pada Februari 2011, pemuda itu meminang saya. Selang tiga bulan setelah khitbah, 2 pekan setelah ia pulang dari PKL di Kalimantan, kami melangsungkan akad pernikahan pada tanggal 1 Mei 2011. Dan masya Allah, setelah itu pun, hari-hari kami dipenuhi banyak cerita, dari Al-Hurriyyah. Ya, ternyata kami belum bisa lepas dari Al-Hurriyyah. Tak ingin lepas, tepatnya. Hati kami, terpaut di Al-Hurriyyah.
Ah...sekiranya saya tak ‘terikat’ dengan Al-Hurriyyah, kira-kira di mana Allah pertemukan saya dengan jodoh saya...? J

Selasa, 14 Juni 2011

part 4

Suatu hari saya mengirimkan sms kepada suami saya: “Dulu kita pernah meminta padaNya pasangan untuk menjadi pendamping hidup kita, lalu Dia memberikannya pada kita. Kita bersyukur kepadaNya, dan kita bahagia. Kemudian Allah berikan ujian pada kita, Dia ingin agar kita tetap mengingatNya dan tidak melupakanNya. Maka bersyukurlah, cinta..Dan marilah kita memilih untuk bahagia...” 

Setiap kita pasti pernah memohon padaNya untuk diberikan pasangan yang sholih. Doa yang kerap dibaca barangkali seperti ini: ‘rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa’. Suami saya berdoa pada Ramadhan tahun lalu agar Ramadhan berikutnya beliau telah memiliki pendamping. Bila kami disampaikan pada Ramadhan tahun ini, maka terkabul-lah doa suami saya tersebut. Saya berdoa pada awal masa kuliah, agar wisuda nanti saya didampingi oleh ibu dan suami saya. Bila kami disampaikan pada momen tersebut, maka di sanalah saya dan suami saya berada. Dalam pembicaraan bersama sepasang pengantin baru dan seorang pemuda single, saya berujar, “Subhanalloh, udah mau Ramadhan aja ya.. Ramadhan taun lalu beliau berdoa supaya Ramadhan taun depan udah punya istri..” saya menunjuk suami. “Dia juga nih..” kata teman saya menunjuk istrinya. “Ente berdoa juga nggak?” tanya saya kepadanya. “Beuh..saya berdoa dari Ramadhan empat tahun yang lalu..” jawab teman saya itu. Kami tertawa puas. Dan sang pemuda single cengar-cengir tidak berkomentar.

Dari buku-buku dan pengalaman banyak orang, saya mengenal hal-hal yang mungkin terjadi dalam rumah tangga. Riak-riak dan duri-duri yang akan muncul. Dan ketika tawaran menikah itu datang, saya memutuskan siap menerima segala konsekuensinya. Lalu Allah berikan jalan kepada kami hingga akad nikah itu pun terjadi.
Kini, setelah berumah tangga, dan menemukan beberapa hal kurang enak yang telah saya bayangkan sebelumnya, saya hanya tersenyum. Berkomentar dalam hati, “Eh..kejadian juga..”. Rasanya malu sama Allah kalo saya sampai mengeluh apa lagi kecewa. Nanti kata Allah, “Lho..’kan dulu kamu minta, sekarang sudah Aku berikan. Kamu juga sudah tahu sendiri konsekuensinya, dan kamu siap menjalaninya..” Duh, malu saya. Maka saya berupaya untuk mengelola perasaan saya, ketika mengenal sifat dan karakter suami saya. Ketika kami dihadapkan dengan beberapa masalah. Ketika kami berbeda pendapat. Ketika kami merencanakan sesuatu. Ketika kami bersama dalam kehidupan kami.

Suatu hari saya pernah merasakan mood saya sangat tidak baik. Saya menunggu suami saya pulang mengajar, berpikir beliau masih membawa motor yang semalam dipinjam dari sahabat suami saya. Saya mau ke kampus, dan malas naik angkot. Ternyata suami saya pulang tanpa motor. Saya semakin bete. Melihat sikap saya yang tidak seperti biasanya, beliau berujar lembut, “Kenapa, Nong..? Biasanya kau menyejukkan hatiku..” Saya tersentak. Astaghfirullah. Iya, kenapa saya ini..? Saya teringat nasihat seorang ummahat kepada saya, “Kalau nanti terjadi sesuatu dalam rumah tanggamu, cepat-cepat evaluasi dirimu. Evaluasi konektivitasmu dengan Allah...” Akhirnya saya kembali mendapat pelajaran untuk senantiasa mengelola perasaan saya agar dapat menjadi penyejuk mata dan hati suami saya. Agar Dia ridha. Agar Dia berkenan memberikan rahmat dan berkahNya kepada kami. Dan untuk itu, saya harus berhubungan baik denganNya. Tenang saja, ‘makan hati’ dalam membina rumah tangga itu nggak rugi koq, insya Allah. Justru akan terjadi KDRT, kemesraan dalam rumah tangga.. hehe..

“Afwan ya..tadi Aa bermuka masam..” Suatu hari, sebuah pesan masuk ke inbox hape saya, dari suami saya. Sebelumnya kami sempat dibuat repot oleh mogoknya kendaraan roda dua kami, padahal baru saja itu motor keluar dari bengkel. Karena saya harus menghadiri suatu agenda, saya meninggalkannya terlebih dahulu. Wajahnya keruh. Sebelum saya pergi, beliau meminta saya untuk mengirimkan sms tausyah. Saya tersenyum membaca sms darinya. Kemudian saya ketik sebuah pesan untuk suami saya, pesan yang saya tulis di awal tulisan ini. Oke, send.

Tiba-tiba sebuah pesan kembali masuk. “Mba, salah kirim ya? Isinya koq tentang pasangan pasangan gitu? Ehm...beda yang udah nikah mah... :D” Hah...??? -________-“

[150611]