Sabtu, 14 Agustus 2010

episode mimpi-2

Agustus 2006. Institut Pertanian Bogor. Di sanalah episode kembali bermula. Babak lain dalam pentas kehidupanku. Belum juga kukenal jauh amal jama’i, qiyadah dan jundi, apalagi intima’ jama’i. Sebelum para perantara pemberi amanah itu datang mengampiri, kutemukan kembali dunia itu.


Bimbingan Remaja dan Anak-Anak LDK DKM Al-Hurriyyah. Ke sanalah langkah kaki berjalan. Wawancara. Diterima magang. Menyepakati surat perjanjian. Ahad tak pulang? Bismillah…tawakal saja.

Rabbii…anak-anak ini sangat banyak dibanding waktu itu…!

Biru, bi’ah, outbond, rihlah, dauroh, pesantren kilat, farming, fun cooking, Islamic Youth Camp…

Setahun…dua tahun…tiga tahun…

Apa yang mereka dapatkan selama itu dariku? Aku bukan pembina yang rajin. Ahadku tidak selalu berada di sana. Surat peringatan pernah terlayangkan untukku. Adik-adik kerap bertanya padaku, “Ke mana aja, Mbak…? Koq baru keliatan lagi…?” Ingin menangis rasanya.

“Beruntunglah teman-teman karena masih memiliki pilihan. Banyak orang tidak tahu apa yang harus dikerjakannya, sementara teman-teman pusing memilih agenda-agenda amal sholih yang harus dihadiri. Dan kalian adalah pejuang tangguh! Mengorbankan segala sesuatunya untuk berada di sini setiap pekan…”

Ah…aku tidak setangguh itu, Kak…Bagaimana aku harus memilih datang pada agenda tarbawi dan datang ke aula Al-Hurriyyah, yang keduanya sama-sama hanya sepekan sekali…Bagaimana menahan diri untuk tidak mengikuti seminar-seminar menggiurkan dengan segala fasilitasnya…Bagaimana mengomunikasikan pada ibunda saat rindu memuncak namun hanya dapat tersalurkan lewat suara pada alat komunikasi saja…

Tapi inilah pilihan. Secara sadar. Ada konsekuensi. Ada resiko. Dan tarbiyah dari-Nya mengalir deras dalam setiap pilihan. Hulu ke hilir...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar