Jumat, 13 Agustus 2010

dalam laju kereta

Aku hanya penumpang dalam kereta ini, Kawan
Tak bisa kuhentikan lajunya saat ia tinggalkan setiap stasiun
Tak dapat pula ku meloncat keluar
Saat decit rodanya beradu dengan rel yang panjang membentang

Dahulu pernah kita tumpangi sebuah kereta
Yang berhenti pada stasiun abu-abu
Penuhi gerbongnya dengan tawa dan sedu sedan
Kadang terpesona oleh gerak dan kata
Kadang tergugu karena keliru
Kita tumpangi kereta itu bersama
Sampai terhenti pada stasiun berikutnya
Dan kita harus berpisah

Aku hanya penumpang dalam kereta ini, Kawan
Sejak langkahku memasukinya di stasiun itu
Lalu kehilangan bayangmu
Tapi keretamu pun datang
Kau akan masuk ke dalamnya, bukan?
Kau tak akan terdiam lama di perhentian itu, benar?
Naiklah, Kawan
Dan kita akan bertatap kembali pada akhir segala kereta berhenti

Aku hanya penumpang dalam kereta ini, Kawan
Aku, kau, dia, mereka
Kita hanya penumpang
Tak dapat kita hentikan lajunya
Tak mampu kita berlari mendahuluinya
Tertinggal bila tak segera menaikinya
Tapi jangan kau pergi menjauhinya, Kawan
Meski kereta kita sekarang tak seperti kereta kita dahulu
Pada stasiun abu-abu
Karena kita akan bertatap kembali pada akhir segala kereta berhenti

Aku hanya penumpang dalam kereta ini, Kawan
Jika kau merasa aku meninggalkanmu
Maafkan aku
Maafkan aku
Maafkan aku…


-bogor, 11 November 2008-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar