Bukankah Ia ciptakan angin untuk jadikan gelombang
Timbulkan arus agar tak tergenang
Semburatkan cahaya agar benderang
Bukankah Ia telah pastikan detak dalam dinding jiwa
Nafas untuk setiap hela
Air mata sebab sesak yang mendesak
Lantas mengapa kau ragu
Bahwa tak ada lagi mampu
Kendalikan gemuruh yang mengusik langkahmu
Padahal Ia tak pernah lelap
Meski kau lelah menatap
-bogor, 21 Desember 2008-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar