Jumat, 13 Agustus 2010

bukankah

Bukankah Ia ciptakan angin untuk jadikan gelombang

Timbulkan arus agar tak tergenang

Semburatkan cahaya agar benderang

Bukankah Ia telah pastikan detak dalam dinding jiwa

Nafas untuk setiap hela

Air mata sebab sesak yang mendesak

Lantas mengapa kau ragu

Bahwa tak ada lagi mampu

Kendalikan gemuruh yang mengusik langkahmu

Padahal Ia tak pernah lelap

Meski kau lelah menatap



-bogor, 21 Desember 2008-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar