Jumat, 09 Desember 2011

kudengar detak jantungmu

bismillaahirrahmaanirrahiim...

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,
"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." [QS. Al-Ahqaaf: 15]
hari ini saya bersama suami pergi ke bidan untuk kontrol kandungan (ini pertama kalinya si mister nganter kontrol lho.. :P). sejak divonis (halah..) hamil pada 3 oktober lalu, ini adalah kunjungan ke bidan yang sama untuk yang kelima kalinya. dan kunjungan hari ini, begitu spesial buat kami. karena hari ini adalah kali perdana kami mendengar detak jantung si jabang bayi... :)

akhirnya si mister dapat melihat perkembangan anak kami lewat USG (gel-nya dibilang balsem sama beliau -___-"). janin tunggal intrauterin. usia 15-16 minggu. letak plasenta normal. ketuban cukup. berat 111 gram. "ini tangannya, pak..ini kepalanya, usia segini memang biasanya kepala lebih besar dari tubuh. ini jantungnya, lihat sedang berdenyut. aktivitasnya bagus. di sekitar ini adalah makanan, itu berarti plasentanya berkembang baik karena dapat menyerap makanan..." bu bidan nunjuk-nunjuk layar monitor. si mister ngangguk-ngangguk (pas saya tanya di luar bagian-bagian tertentu dari gambar print hasil USG, dia nggak tau. "ga begitu jelas juga tadi, abis gambarnya cepet berubah-ubah.." hadeuuh..).

subhnallah..alhamdulillah..allahuakbar..

ayat yang saya tuliskan di atas, penuh power buat saya. bagaimana tidak, itu adalah doa yang indah. detak jantung itu menambah keyakinan bahwa benar ada kehidupan dalam rahim saya. kemudian saya tersungkur memohon ampun padaNya. bahwa selama ini saya masih saja lalai kepadaNya. lemah konektivitas denganNya. padahal Ia begitu sayangnya dengan memberi nikmat yang tak terkira. faghfirlii, ya Allah...

ah..detak jantung itu pun menyadarkan saya untuk mengevaluasi kedekatan saya padaNya. kemudian menambah semangat untuk kembali memperbaiki hubungan saya denganNya.

detak jantung itu, mencipta harap agar Ia senantiasa memberi saya kekuatan agar dapat menjaga amanahNya, seorang putra/ putri, yang kami (saya dan suami) telah berazzam untuk mewaqafkannya pada jalan dalam rangka menegakkan dien-Nya.

kemudian, kepada para ibu serta calon ibu yang sedang merasakan kehidupan dalam rahimnya, juga calon ibu yang sedang menanti kehadiran amanah dalam rahimnya, saya ucapkan setulus hati: baarakallaahulakum... :)

fetus usia 16 minggu (sumber: mister gugel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar