JAKARTA - Harga minyak dunia selama Oktober ini akan menguat seiring dengan upaya Amerika Serikat (AS) mempercepat mempercepat recovery ekonomi melalui berbagai paket penyelamatan dan stimulus ekonomi.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari penanganan krisis utang zona Eropa dan masih terjaganya pertumbuhan ekonomi tinggi di China yang berdampak meningkatnya harapan akan terus tumbuhnya perekonomian global.
Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Jumat (7/10/2011) menjelaskan, jika faktor lain yang juga diperkirakan dapat memperkuat harga minyak adalah meningkatnya permintaan minyak mentah sebagai cadangan persiapan pemenuhan kebutuhan saat musim dingin serta rendahnya cadangan atau stok minyak komersial dunia saat ini.
Sedangkan faktor yang memperlemah harga minyak, antara lain kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global akibat belum tuntasnya permasalahan krisis utang zona Eropa dan masalah pengangguran serta defisit anggaran yang melanda AS dan ancaman inflasi yang melanda negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti China dan India.
Selain itu, peningkatan pasokan minyak mentah dari negara-negara OPEC, terutama pasokan dari Libya yang diperkirakan dapat berangsur-angsur pulih paska jatuhnya pemerintahan Khadafi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar