MANADO, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mensinyalir teror bom pesawat Garuda nomor penerbangan GA 601 rute Manado-Jakarta, Rabu lalu berasal dari sebuah kantor asuransi di Manado. Meski demikian pelaku teror masih dicari. Tidak seperti adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia yang sedang dalam kondisi baik - baik saja.
Ancaman bom melalui faksimile yang dikirim seorang bernama Denny Michael Karundeng ke kantor Garuda cabang Manado dan sebuah kantor koran di Manado berasal dari nomor facsimile kantor asuransi yakni 0431-8881197.
-- Carlo Tewu
Kapolda Sulut Brigjen Carlo Tewu mengatakan pihaknya intensif memeriksa delapan orang saksi. Para saksi berasal dari sebuah kantor asuransi swasta di Kawasan Pertokoan Mega Mas. Belum ada yang menjadi tersangka, katanya.
Menurut Carlo, ancaman bom melalui faksimile yang dikirim seorang bernama Denny Michael Karundeng ke kantor Garuda cabang Manado dan sebuah kantor koran di Manado berasal dari nomor faksimil kantor asuransi yakni 0431-8881197.
Dikatakan pelaku teror memakai nama samaran mencatut nama sebuah marga di Manado. Polisi sendiri yang memeriksa mesin faks yang diduga dipakai mengirim teror tidak mendapatkan bukti ada pemakaian pada jam pengiriman.
Ancaman teror bom terjadi pada Rabu lalu diterima setelah pesawat mengudara sekitar pukul 14.00 Wita. Isi faksimile terse but menyatakan bahwa Garuda diharap segera mendaratkan kembali pesawat ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, atau ke bandara terdekat karena di dalam pesawat terdapat bom.
Disebutkan dalam badan pesawat terdapat bahan peledak jenis C4 dengan pemicu time detonator yang telah dirancang akan diledakkan pukul 15.40 WIB atau 30 menit sebelum pesawat mendarat di Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar