Sabtu, 08 Oktober 2011

Perdagangan Luar Negeri

Keberadaan misi dagang Sarawak Expo pada 7–9 Oktober ini semoga membuahkan hasil yang nyata antara Sarawak dan Kalbar. Selain regulasi yang sudah terbangun, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) antara kedua belah pihak, juga memiliki potensi yang masih luas untuk dikembangkan.

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi berharap dapat terjalin hubungan dagang yang nyata dan berkelanjutan antara Kalbar-Sarawak. Bukan hanya kesepakatan tertulis saja, namun lepas dari misi ini, dapat berbuah hasil yang nyata, baik di bidang pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya. Alasannya Kalbar memiliki 5-6 ribu hektare lahan yang siap untuk digarap bersama.

Presiden SCCI Datuk Abang Karim Tun Abg Haji Openg juga mengharapkan adanya komitmen secara bersama-sama dan menjalin hubungan baru yang erat, dalam usaha meningkatkan ekonomi kedua pihak. Sarawak dan Kalbar tiada berbeda, hanya perbedaan administratif negara saja. Diharapkan Kalbar-Sarawak dapat bersama-sama saling mendukung dalam percepatan pembangunan kawasan.

Dua kekuatan ekonomi Indonesia yang diingkari oleh bangsa ini, sektor pertanian-perkebunan dan kekuatan perdagangan luar negara (ekspor dan impor). Ini menunjukkan Kalbar memang cocok untuk lebih mesra lagi dengan Sarawak.

Antara kedua kekuatan ini pun saling mendukung sehingga keduanya sangat berperan dalam kurun waktu perekonomian Indonesia berjalan. Keduanya dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Pertanian/perkebunan menjalankan dua fungsi yaitu berfungsi bagi kegiatan ekonomi dalam negeri dan kegiatan ekonomi luar negeri.

Bagi fungsinya di dalam negeri, pertanian-perkebunan mempunyai peran bagi penyediaan kebutuhan konsumsi dalam negeri, kebutuhan bahan baku industri dalam negeri, dan penyediaan barang-barang untuk diekspor.

Peran perdagangan luar negeri dari pertanian dan perkebunan juga tidak kecil. Ia mengambil peran yang besar di dalam ekspor Indonesia. Di samping memperbesar kegiatan perdagangan ia juga berperan sebagai penyedia dan memperkuat cadangan devisa. Perdagangan luar negeri Indonesia saat ini masih dikuasai oleh ekspor barang hasil pertanian dan perkebunan.

Ternyata kinerja perdagangan luar negeri Indonesia lebih cepat pulih dari krisis ekonomi global jika dibandingkan dengan pemulihan sektor industri dalam negeri Indonesia.

Dengan demikian, peluang kerja dan pembentukan pendapatan pada kegiatan ekspor juga akan bangkit lebih cepat mengikuti perkembangan ekspor. Yang kurang menggembirakan adalah kegiatan impor. Dengan minusnya pertumbuhan impor maka di Indonesia untuk tahun 2010.

Pengaruh itu juga akan terasa pada produksi kebutuhan barang industri dalam negeri. Padahal saat ini perekonomian Indonesia sedang dilanda masalah oleh masuknya barang industri dari luar negeri yang begitu deras. Rendahnya produksi barang industri bagi kebutuhan dalam negeri dikhawatirkan akan memengaruhi perimbangan pasokan barang industri buatan dalam negeri dan impor barang industri Indonesia.

Untuk masa mendatang, dalam rangka menjadikan kegiatan perdagangan luar negeri sebagai andalan perekonomian Indonesia, para pembuat kebijakan ekonomi hendaknya dapat memberikan perhatian yang lebih besar sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara mitra dagang Indonesia.

Perhatian itu dapat diberikan dalam bentuk perpajakan dan perkreditan yang bersifat khusus serta insentif lainnya. Kekuatan pertanian-perkebunan dan perdagangan luar negeri, masih bisa dipakai untuk menjaga kekuatan ekonomi Indonesia sebelum kegiatan industri Indonesia berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar