Rabu, 28 Desember 2011

karena kau seorang ibu

bismillah..
berikut ini adalah kultwit Ust. Mohammad Fauzil Adhim (judul di atas saya karang-karang sendiri, hehe..)

Bukan kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Ta’ala menghendaki, tak ada yang sulit bagi-Nya menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki. Ingatlah QS. Al-Baqarah, 2: 117. Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar di baliknya. Ada hikmah yang sangat berharga. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya, dan menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.

Andai rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mncabut rasa sakit itu. Andai rasa sakit saat bwrsalin mmbawa kburukan besar yang membahayakan ibu & anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan normal bersebab trauma persalinan tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah. Mereka tidak mampu berkembang secara normal dikarenakan trauma persalinan. Tetapi tidak...! Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan terbayar lunas. Wajah mereka berseri, bahkan di saat yang menunggui masih penat.

Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu & anak trbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir. Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan shalihah istri seorang nabi? Bukankah do’a seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam? Ada pelajaran di sini. Ada yg patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan?

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala & sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Yang berat terkandung kebaikan, begitu pun yang ringan. Sebagaimana, bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yg menyebabkan kita mudah penyakitan.

Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin berkembang teknologi maupun metode-metode yg diklaim dpt membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan? Catatan Dr. Denis Walsh menarik untuk kita perhatikan. Associate Professor kebidanan di Nottingham University ini menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir.” Walsh menunjukkan, rasa sakit saat melahirkn bersifat sesaat, sangat menyehatkan, & mempercepat terbentuknya ikatan emosi antara ibu & anak. Walsh menekankan, melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Usahakan dengan sungguh-sungguh agar setiap persalinan berlangsung alamiah. Jangan memilih operasi caesar kecuali sangat terpaksa, yakni ketika tidak ada pilihan lain & secara medis memang harus bersalin melalui operasi. Karenanya, pastikan Anda memilih dokter yang memiliki integritas pribadi sangat kuat. Jangan sungkan cari second opinion dari dokter lain. Semoga catatan sederhana bermanfaat untuk kita semua. Semoga pula mengingatkan kita untuk berterima kasih kepada ibu kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar