Jumat, 17 Desember 2010

perjuangan angkasa*

bermula dari sebuah obrolan malam di sebuah cafe oleh tiga orang wanita. dua wanita tersebut adalah pengelola cafe sekaligus juru masaknya. sementara wanita yang satunya lagi ahli dalam icip-icip (gratis) makanan buatan mereka, dengan dalih "saya 'kan lagi magang di sini.." hehe.. :p
singkat cerita, ternyata, mereka memiliki obsesi yang sama dan harus dilakukan sebelum hengkang dari kampus tercintanya. ya, mereka bersobsesi untuk naik menara..! menara apakah itu..??

menara al-hurriyyah

ini dia.. menara masjid al-hurriyyah. berlokasi di dalam kampus ipb darmaga. menurut sumber yang -cukup- dapat dipercaya (secara beliau marboth mesjid), tinggi menara tersebut kurang lebih 35 meter. untung saya baru mengetahuinya setelah turun. padahal sih gak ngaruh juga. wong saya itu kurang pandai dalam menakar sebuah ukuran.. cukup tinggi gak sih 35 meter itu..?? dibandingkan tinggi saya yang cuma 156 cm, hmm.. lumayan tinggi lah ya...
lho... kok kata gantinya jadi 'saya'..? yaaa.. baiklah... wanita (yang ahli icip-icip) itu adalah saya sendiri.
akhirnya, dengan semangat yang menggelora, kami bertanya pada kuncen menara tersebut (baca: kepala marboth). apakah kami diizinkan untuk naik menara. setelah negosiasi yang cukup alot, kami diperbolehkan. "asal bisa jaga keselamatan diri aja.." kata beliau.
kemudian disepakatilah waktu eksekusinya. 21 november 2009. niatnya sih pagi-pagi banget. tapi, yahh.. in fact, kita pada kesiangan. kelamaan persiapan. hehe..
oke.. setelah sebelumnya mempersiapkan mental, spiritual, fisik, finansial (kayak mau nikah aje.. :p) kami berempat standby di halaman menara masjid al-hurriyyah. berempat? ya, mba nelly (sebut saja begitu) mengajak salah seorang temannya...sebagai...juru potret! hehehe...
kunci telah di tangan (sang pemberi kunci memberikannya sambil geleng-geleng kepala.. "hati-hati, mba!"), kami masuk, dan... woooooww.. subhanalloh..!! macam di dalam sebuah menara..!! (ya iyalah..)

warming up-time

perhatian.. ini bukan sedang ditangkep polisi, ya... kami sedang pemanasan.. hoop..hooppp..hooooppp...
setelah cukup memanaskan diri, membaca basmalah, dan bertakbir, mulailah kami langkahkan kaki di tangga. mba nelly mulai memanjat terlebih dahulu, diikuti saya, kemudian mba retno, dan terakhir mba yuni.
meminjam deskripsi dari sahabat saya -yang juga pernah mendaki menara tersebut-, begini kondisi di dalam menara alhur: "terdiri dari beberapa lantai dengan 12 tangga yang tegak lurus 90 derajat dengan lantai tersebut. masing-masing tangga terdiri dari 10 anak tangga (eh, apa kebalik ya? ya..pokoknya begitu lah). karena lantai tersebut serem buat istirahat (selapis tipis lantai besi yg udah bolong2 dan karatan), kita harus terus naik. dan akibatnya, cuapeeeekk banget..." mudah-mudahan bisa dibayangkan.. hehe..
ya.. luar biasa capek dan sedikit scary.. setiap beberapa lantai, kami saling mengecek kondisi. absen. takbir. sampai akhirnya... "subhanallah...!!" terdengar suara mba nelly dari atas. membuat senyum saya merekah di tengah nafas yang mulai 'senin-kamis'. sebentar lagi...sebentar lagiiii...
speechless... takjub dengan pemandangan yang kami lihat... kalimat tasbih, tahmid, dan takbir tak lepas dari lisan kami. pun senyum yang mengembang... dan atas kehendakNya-lah kami berada di atas sana...

rektorat ipb dan gunung salak

al-hurriyyah kami

apa yang kami lakukan di sana...? tentu saja poto-poto...kemudian makan...
beberapa hari sebelumnya, mba nelly milad. jadi, malam sebelum pendakian ini, saya beli sebuah kue tart kecil. hmmm... saya khilaf, tidak memasukkannya ke dalam kulkas. sehingga...kue tersebut disemutin! tapi, yaaahh..walau dengan rasa yang rada bercampur bau semut, bentuk yang nyaris nggak karuan karena dimasukin ke dalam tas ransel, kami tetap menikmati kue tart tersebut... ^^v


tak lupa pula, kami menulis 'prasasti' di atas sebuah pintu seng bekas yang kami temukan di sana. wow..ternyata sudah cukup penuh dengan nama. tapi, belum ada nama perempuan di sana...






Allah... betapa kami tak miliki daya dan upaya... betapa lemah dan kecilnya diri ini... betapa Engkau Maha segala... seringkali kami merasa lelah dan jenuh dalam usaha taat kepadaMu... seringkali bias niat kami dalam melangkah menujuMu... padahal kau janjikan tempat terindah pada hambaMu yang mengimaniMu...
akhirnya, kami menyadari...bahwa perjuangan kami mendaki, tak hanya sekedar obsesi...kami belajar, bahwa hidup kami sudah selayaknya bagai mendaki menara itu. bukan pekerjaan yang mudah. bergeser sedikit saja langkah kami, sudah pasti tergelincir dan jatuh. bahkan tempat untuk beristirahat pun, sangat tidak nyaman sehingga nafas harus kami atur untuk kembali melanjutkan pendakian. ingatan bahwa kami tak sendiri mendaki. ada saudara kami, yang harus senantiasa kami pastikan keberadaannya, kondisinya yang baik-baik saja, juga kata-kata penyemangat agar tak surut semangat. mengingatkan bahwa kita harapkan tujuan akhir yang luar biasa indah dan menakjubkan. membuat kami urun untuk kembali turun.
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah: 71-72)

faghfirlii...ya, Allah...faghfirlii... bila kami masih sering lalai, lupa, sombong, dan tak sejalan dengan aturanMu... meminta surgaMu, tapi tak berusaha merebut perhatianMu... bangga diri atas capaian-capaian kami dan lupa bahwa Engkau-lah Yang Kuasa memberi kekuatan pada kami... allaahummaghfirlii...

maka dalam setiap langkah yang kami ayunkan, nafas yang kami hembuskan, kata yang kami lontarkan, mohon iringilah kesemua itu dengan rahmat dan ampunanMu... aamiin...


para pemain

si bocah nekat

begini lho..tangganya..


kalo gak inget ada kehidupan lain di bawah (menara), tentu kami masih akan berlama-lama di atas sana. oke, cukuplah kami menikmati pemandangan yang disuguhkan. kembali berkemas, dan melangkah turun. ternyata, turun itu lebih menyeramkan.. heuheu..


kami mengevaluasi: waktu pendakian harus lebih pagi, karena suasanya akan lebih teduh. selain itu, jangan hanya bawa kue (apalagi kue yang abis disemutin), bawalah nasi padang! karena pendakian itu cukup membuat lapaaaaaarrrr...
unforgettable moment...cukup sekian dan terima kasih... (^__________^)v
*anggun dan perkasa.. ;) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar