Selasa, 21 Agustus 2012

Female erotica stories

Female erotica stories - It is interesting to note that the majority of both men and women in the German studies reported physiological signs of sexual arousal to the erotica. When Schmidt and Sigusch grouped all kinds of reactions together - in men, pre-ejaculatory emissions, erections and ejaculation; in women, vaginal lubrication, genital or breast sensation and orgasm - they found that 80-91% of the men and 70-83% of women had been aroused.

There are problems generalizing from these results. College students are more permissive towards sexuality than many other groups. Those in north-western Europe seem to be more permissive than their American counterparts. Studies such as Schmidt and Sigusch's do show though that there is nothing inevitable about a sex difference in reactions to erotic materials.

OK fine but I know that some people may believe than women may be more likely to lie or at least to be evasive about their response to pornography or that women may be less sensitive to physiological signs of arousal. The answer may come from Julia Heiman a psychologist who got round these problems by recording the actual physiological responses of college men and women while listening to taped erotic stories.

Men wore a flexible circlet (like a rubber band) around the base of the penis. The device called a strain gauge is filled with mercury and measures blood volume and pressure pulse, recording the slightest sign of erection. Women got a newly designed device called a photoplethysmograph which is a small acrylic cylinder containing photocell and light source. When inserted into the vagina the device registers changes in blood volume and pressure pulse, early indications if sexual arousal.


Jumat, 22 Juni 2012

Daerah Kunjungan Wisata Lombok

Wisata Lombok merupakan salah satu wisata terbaik yang ada di Indonesia. Pesona Obyek wisata yang ada di Lombok mampu menarik wisatawan lokal atau manca negara.
Ada banyak tempat obyek wisata yang ada di Lombok yang bisa di kunjungi. Salah satu obyek wisata terkenal dari pariwisata di Lombok adalah Pantai Senggigi. Adakah obyek wisata lain yang menarik untuk di kunjungi di Lombok?

Tentu saja banyak sekali pilihan tempat wisata yang sangat menarik dan bisa untuk di kunjungi oleh wisatawan yang akan traveling ke Lombok. Berikut ini merupakan tempat obyek wisata yang paling di minati oleh wisatawan yang ada di Lombok :

# Wisata Suranadi : di sini Anda bisa melihat candi atau pura hindu. Tempat lokasinya hanya 17 km dari Mataram. Tersedia hotel dengan fasilitas kolam renang cocok untuk tempat liburan sekeluarga.

# Wisata Narmada. Tempat ini adalah sebuah Kebun Raya di Lombok, di sini juga ada Pura yang biasa di jadikan tempat untuk beribadah umat agama Hindu.


# Pantai Senggigi. Ini adalah Pantai terbaik yang ada di Lombok. Jadi jika Anda suka alam Pantai, jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Senggigi. Dengan pantai berpasir putih Senggigi merupakan pantai favorite untuk wisatawan asing atau lokal. Anda bisa menyaksikan Sunset atau Sunrise di Pantai Senggigi. Fasilitas juga komplit untuk mendukung dunia pariwisata di Lombok.


# Pantai Sire - Salah satu tempat terbaik untuk diving atau menyelam yang ada di Lombok. Tempatnya sangat eksotik dan indah.

# Pantai Kuta atau Tanjung Aan. Tidak hanya di Bali yang ada pantai Kuta. Di LOmbok juga ada nama pantai Kuta. Mungkin tidak seterkenal pantai Kuta Bali. Tapi panoramanya juga indah dan menjadi salah satu wisata andalan yang ada di Lombok.

# Wisata Air Terjun Sendanggile - Lokasinya ada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

# Taman National Gunung Rinjani - Buat Anda yang suka mendaki Gunung, tentu tidak asing dengan obyek wisata taman nasional gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung favorit untuk pecinta alam. Para pendaki gunung di Indonesia sering menjadikan gunung Rinjani sebagai salah satu tujuan untuk mendaki, hal ini karena keindahan pemandangannya. Gunung Rinjanii merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani.

Rabu, 28 Desember 2011

karena kau seorang ibu

bismillah..
berikut ini adalah kultwit Ust. Mohammad Fauzil Adhim (judul di atas saya karang-karang sendiri, hehe..)

Bukan kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Ta’ala menghendaki, tak ada yang sulit bagi-Nya menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki. Ingatlah QS. Al-Baqarah, 2: 117. Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar di baliknya. Ada hikmah yang sangat berharga. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya, dan menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.

Andai rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mncabut rasa sakit itu. Andai rasa sakit saat bwrsalin mmbawa kburukan besar yang membahayakan ibu & anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan normal bersebab trauma persalinan tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah. Mereka tidak mampu berkembang secara normal dikarenakan trauma persalinan. Tetapi tidak...! Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan terbayar lunas. Wajah mereka berseri, bahkan di saat yang menunggui masih penat.

Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu & anak trbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir. Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan shalihah istri seorang nabi? Bukankah do’a seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam? Ada pelajaran di sini. Ada yg patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan?

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala & sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Yang berat terkandung kebaikan, begitu pun yang ringan. Sebagaimana, bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yg menyebabkan kita mudah penyakitan.

Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin berkembang teknologi maupun metode-metode yg diklaim dpt membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan? Catatan Dr. Denis Walsh menarik untuk kita perhatikan. Associate Professor kebidanan di Nottingham University ini menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir.” Walsh menunjukkan, rasa sakit saat melahirkn bersifat sesaat, sangat menyehatkan, & mempercepat terbentuknya ikatan emosi antara ibu & anak. Walsh menekankan, melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Usahakan dengan sungguh-sungguh agar setiap persalinan berlangsung alamiah. Jangan memilih operasi caesar kecuali sangat terpaksa, yakni ketika tidak ada pilihan lain & secara medis memang harus bersalin melalui operasi. Karenanya, pastikan Anda memilih dokter yang memiliki integritas pribadi sangat kuat. Jangan sungkan cari second opinion dari dokter lain. Semoga catatan sederhana bermanfaat untuk kita semua. Semoga pula mengingatkan kita untuk berterima kasih kepada ibu kita

aku mencintaimu karena Allah


sudah sunnatullah memang, bila setiap pertemuan selalu diiringi perpisahan. sebab jarak memisah raga. sebab kematian menempatkan pada dunia yang berbeda. tapi semoga Allah tetap memberikan hidayah keimanan pada kita. karena kata-Nya, "..Allah-lah yang mempersatukan hati orang-orang yang beriman.." (al-anfaal: 63). bila Allah cabut hidayah keimanan dari diri kita, bagaimanalah mungkin hati kita bersatu?

aku menitipkan rindu dan cintaku padaNya, biar Ia yang menyampaikannya padamu sesuai dengan caraNya dan pada waktu yang tepat menurutNya. aku menitipkan persaudaraan kita padaNya, biar Ia yang menjaganya dan berkenan untuk memberkahinya. aku menitipkan prasangka-ku akan persaudaraan ini padaNya, agar aku selalu percaya bahwa saudaraku tetap mencintaiku walau tak ada sapa.

setiap kita miliki kenangan manis bersama. tidak-kah itu juga lebih dari cukup untuk melembutkan hati kita agar tak ada noda dalam persaudaraan kita?

saudaraku, aku mencintaimu karena Allah.. :)
 
 
 

Minggu, 18 Desember 2011

Aktivitas Ekonomi Pada Jasa Sewa Ruang Kantor

Tak hanya menguntungkan para pengusaha sewa ruang kantor Jakarta Murah, tetapi penyewaan ruang kantor juga sangat menguntungkan dan memudahkan perusahaan lain.

Karena perusahaan dapat menghemat biaya dengan jasa penyewaan akntor yang ada di Jakarta. Selain itu sekarang jasa sewa ruang kantor juga melakukan aktivitas pengembangan usaha. tertama dalam hal penyediaan layanan virtual office.

info:
Pemanfaatan Virtual Office untuk Bisnis

Jumat, 09 Desember 2011

kudengar detak jantungmu

bismillaahirrahmaanirrahiim...

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,
"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." [QS. Al-Ahqaaf: 15]
hari ini saya bersama suami pergi ke bidan untuk kontrol kandungan (ini pertama kalinya si mister nganter kontrol lho.. :P). sejak divonis (halah..) hamil pada 3 oktober lalu, ini adalah kunjungan ke bidan yang sama untuk yang kelima kalinya. dan kunjungan hari ini, begitu spesial buat kami. karena hari ini adalah kali perdana kami mendengar detak jantung si jabang bayi... :)

akhirnya si mister dapat melihat perkembangan anak kami lewat USG (gel-nya dibilang balsem sama beliau -___-"). janin tunggal intrauterin. usia 15-16 minggu. letak plasenta normal. ketuban cukup. berat 111 gram. "ini tangannya, pak..ini kepalanya, usia segini memang biasanya kepala lebih besar dari tubuh. ini jantungnya, lihat sedang berdenyut. aktivitasnya bagus. di sekitar ini adalah makanan, itu berarti plasentanya berkembang baik karena dapat menyerap makanan..." bu bidan nunjuk-nunjuk layar monitor. si mister ngangguk-ngangguk (pas saya tanya di luar bagian-bagian tertentu dari gambar print hasil USG, dia nggak tau. "ga begitu jelas juga tadi, abis gambarnya cepet berubah-ubah.." hadeuuh..).

subhnallah..alhamdulillah..allahuakbar..

ayat yang saya tuliskan di atas, penuh power buat saya. bagaimana tidak, itu adalah doa yang indah. detak jantung itu menambah keyakinan bahwa benar ada kehidupan dalam rahim saya. kemudian saya tersungkur memohon ampun padaNya. bahwa selama ini saya masih saja lalai kepadaNya. lemah konektivitas denganNya. padahal Ia begitu sayangnya dengan memberi nikmat yang tak terkira. faghfirlii, ya Allah...

ah..detak jantung itu pun menyadarkan saya untuk mengevaluasi kedekatan saya padaNya. kemudian menambah semangat untuk kembali memperbaiki hubungan saya denganNya.

detak jantung itu, mencipta harap agar Ia senantiasa memberi saya kekuatan agar dapat menjaga amanahNya, seorang putra/ putri, yang kami (saya dan suami) telah berazzam untuk mewaqafkannya pada jalan dalam rangka menegakkan dien-Nya.

kemudian, kepada para ibu serta calon ibu yang sedang merasakan kehidupan dalam rahimnya, juga calon ibu yang sedang menanti kehadiran amanah dalam rahimnya, saya ucapkan setulus hati: baarakallaahulakum... :)

fetus usia 16 minggu (sumber: mister gugel)