bismillaahirrahmaanirrahiim..
masyaallah..saya baru tahu lho..
[tulisan ini diambil dari tulisan seorang sahabat]
--
Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Bocah angon-bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot iro...
Dodot iro-dodot iro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo
Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
Wahai penggembala, ambillah buah blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung sedang terang bulan, mumpung sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…
---
Saudaraku,
Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
Hijau adalah warna perlambang agama Islam yang saat itu kemunculannya bagaikan pengantin baru dan sangat menarik hati. Hijau juga berarti pertumbuhan dan kemudaan.
Bocah angon-bocah angon
Wahai penggembala
Sya'ir ini ditujukan kepada kita, manusia. Penggambaran di sana diwakili oleh bocah angon (penggembala) . Mengapa penggembala? Mereka menggembalakan binatang ternak (yang umumnya bukan milik sendiri, kepunyaan majikannya) dari pagi sampai sore. Ya, waktu yang hanya sebentar tak sampai larut malam. Mereka menjaga benar milik majikannya, jangan sampai hilang atau berkurang.
Begitu pula kita, hidup di dunia ini hanya sebentar dan ibarat mampir bersinggah untuk sebuah perjalanan panjang ke alam akhirat sebagaimana Rasulullah telah sabdakan: “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” [HR. Bukhari, shahih]. Yang kita lakukan di dunia ini hanyalah mencari bekal untuk hidup di masa yang kekal nanti. Laksana penggembala, alangkah baiknya bila kita menjaga hak-hak pemilik kita (yakni Alloh Subhaanahu wa ta'ala) dengan sebaik-baiknya. Bila mereka (penggembala) dengan matanya mengawasi tindak tanduk binatang gembalaan agar tidak hilang, tidak makan rumput yang bukan hak miliknya; demikian juga sebaiknya kita. Hendaknya kita berhati-hati dari segala yang dilarang Alloh sehingga tak terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan.
“Sesungguhnya perkara yang halal telah jelas, dan perkara yang haram pun telah jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang meragukan, yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa menjaga dirinya dari perkara yang syubhat, maka ia telah menjaga keselamatan agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh dalam syubhat, berarti ia telah terjerumus dalam perkara yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat daerah terlarang sehingga hewan-hewan itu nyaris merumput di dalamnya. Ketahuilah, bahwa setiap raja memilliki daerah terlarang. Ketahuilah, bahwa daerah terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. [HR. Bukhari dan Muslim, shahih]
penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
ambillah buah blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah
Manusia diminta mengambil buah blimbing. Bila kita perhatikan, buah blimbing umumnya memiliki sisi buah sebanyak lima. Lima menandakan rukun Islam (syahadat, sholat, zakat, shaum (puasa), dan haji). Meskipun licin, terasa berat untuk melaksanakan rukun Islam tersebut tetaplah jalani dengan keikhlasan dan kesungguhan.
kanggo mbasuh dodot iro
untuk mencuci pakaian
Air perasan blimbing jaman dahulu biasa digunakan ibu-ibu untuk mencuci pakaian yang kotornya berlebihan. Dalam ilmu kimia, kita mengetahui bahwa blimbing mengandung asam. Asam adalah pelarut yang baik untuk menghilangkan kotoran (subhaanaLlah, sebuah kearifan lokal yang cerdas).
Dodot adalah jenis pakaian tradisional Jawa. Bagi masyarakat Jawa, agama ibarat pakaian atau perhiasan.
Bila direnungkan lebih dalam, iman adalah tubuh manusia sendiri. Tubuh akan terlindungi manakala ada pakaian yang menyelimuti. Pakaian iman yang dimaksud adalah ketakwaan. “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik” [QS.An Nisa' :26]. Ketakwaan lah yang menghantarkan manusia ikhlas mengerjakan yang diperintah Alloh sekaligus berusaha meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh-Nya. Selain itu, kita juga perlu berhias diri dengan akhlak dan kepribadian yang bagus (Islami) sehingga sempurnalah tubuh ini.
Dodot iro-dodot iro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
Bila akhlak kita belum sempurna, sholat kita masih kurang khusyu', maka cukupkanlah dengan melakukan hal-hal yang sunah. Kita perlu menjahit (memperbaiki) akhlak, mendirikan sholat sunnah untuk menambal kekhusyuan sholat fardhu. Dalam ber-Islam, hendaknya kita menyeluruh. Jika ada yang belum dilaksanakan, usahakan untuk ditunaikan. Menambal (menjahit) dengan amal-amal shalih (shodaqoh, infak), maupun membenahi diri dengan ilmu-ilmu dinul Islam lurus.
Semua yang diuraikan di atas, merupakan bekal untuk sebo (menghadap) saat kematian menjemput (sore).
Sungguh, tiadalah yang kita siapkan, pertaruhkan, dan perjuangkan di dunia ini selain menjadi bekal untuk menghadap Ilahi Robbi. Bila kita kembali dengan bekal sedikit, niscaya kerugian yang akan didapat. Lalu, dipenghujung tulisan ini mari renungkan keberadaan kita, diri kita, dan amal-amal kita. Sudah cukupkah sebagai bekal menghadap-Nya nanti? Sudah siapkah dengan amal yang terkumpul saat ini?
Bila belum, ayo bersegera menunaikan perintah Alloh dan hiasi dengan kebaikan-kebaikan lainnya. Persempitlah jalan syetan mengganggu diri kita dengan berbuat sekehendak yang menciptakan manusia, yakni Alloh. Jangan sampai, diri kita menyesal dengan sedikitnya ibadah dan amal kebaikan seraya berkata: “Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” [Qs. Al Fajr: 24]
wallaahua'lam bishshawwab
Tampilkan postingan dengan label senandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senandung. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Agustus 2010
tere naina
sejak seorang sahabat mengirimkan lagu ini, saya terus menyenandungkannya..(haduh..). dan karena saya kagak ngarti nih, akhirnya saya sibuk googling untuk mendapatkan translate-nya.. fiuuhh.. 'kan bahaya kalo nyanyi nggak tau artinya.. (padahal yang dinyanyiin cuma judulnya doang..heuheu..)
TERE NAINA
Music: Shankar Ehsaan Loy
Singer: Shafqat Amanat Ali
Lyrics: Niranjan Iyengar
Tere naina, tere naina, tere naina re – 4
Your eyes…..
Nainon ki chaal hai, makhmali haal hai
Eyes have a velvet touch
Neechi palkon se badle samaa
From beneath lashes they can change the world
Naina sharamaye jo, ya ke bhar aaye jo
When eyes are shy or fill with tears
Tham ke ruk jaaye dono jahaan
The worlds come to a standstill
Rab ki nemat hai teri nigaahein
Eyes are God’s gift to you
Jisme basti hai uski duayein
Wherein reside His blessings
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes….
Ho Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2 times
Your eyes……
Aahat khwabon ki, chahat dhadkan ki
A treasure of dreams, desires of the heart
Unke kadmon ke hai ye nishaan
These are what eyes hold in their depths
Chahe kuch na boloon, chahe raaz na kholoon
I don’t have to speak nor reveal any secret
Ye samajte hai meri zubaan
They understand every unspoken word
Mujhpe barsi jo teri nigaahein
When your eyes rained down on me
Meri saanson ne badli adaayein
My breath changed its beat
Hoo Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes….
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes…..
Tere naina, raahein saja de
Your eyes light up my paths
Tere naina, doori mita de
Your eyes draw me closer to you
Tere naina, dhadkan ko badha de
Your eyes make my heart beat faster
Tere naina, palkon mein samaa le
Your eyes hold me in them
Wallah
Oh Lord
Zakham pe marham, tere naina
Your eyes are like balm on a wound
Phool pe shabman, tere naina
Your eyes are like dew on a flower
Jag bhoole bhoole, tere naina
Your eyes make me forget the world
Dil choo le choo le, tere naina
Your eyes touch my heart
Tere nainon ke aage toh taaren bhi sharamaye ..
Even the stars are ashamed when compared to your eyes
Pa ni sa re sa ni dha pa
Ni dha pa ma ga re sa
Tere naina, tere naina
Your eyes…..
Nainon ki chaal hai, makhmali haal hai
Eyes have a velvet touch
Neechi palkon se badle samaa
From beneath lashes they can change the world
Rab ki nemat hai teri nigaahein
Eyes are God’s gift to you
Jisme basti hai uski duayein
Wherein reside His blessings
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 4
Your eyes….
---
eh, tau 'kan ini lagu film apaan..?? yak..benar sekali.. My Name is Khan...
TERE NAINA
Music: Shankar Ehsaan Loy
Singer: Shafqat Amanat Ali
Lyrics: Niranjan Iyengar
Tere naina, tere naina, tere naina re – 4
Your eyes…..
Nainon ki chaal hai, makhmali haal hai
Eyes have a velvet touch
Neechi palkon se badle samaa
From beneath lashes they can change the world
Naina sharamaye jo, ya ke bhar aaye jo
When eyes are shy or fill with tears
Tham ke ruk jaaye dono jahaan
The worlds come to a standstill
Rab ki nemat hai teri nigaahein
Eyes are God’s gift to you
Jisme basti hai uski duayein
Wherein reside His blessings
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes….
Ho Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2 times
Your eyes……
Aahat khwabon ki, chahat dhadkan ki
A treasure of dreams, desires of the heart
Unke kadmon ke hai ye nishaan
These are what eyes hold in their depths
Chahe kuch na boloon, chahe raaz na kholoon
I don’t have to speak nor reveal any secret
Ye samajte hai meri zubaan
They understand every unspoken word
Mujhpe barsi jo teri nigaahein
When your eyes rained down on me
Meri saanson ne badli adaayein
My breath changed its beat
Hoo Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes….
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 2
Your eyes…..
Tere naina, raahein saja de
Your eyes light up my paths
Tere naina, doori mita de
Your eyes draw me closer to you
Tere naina, dhadkan ko badha de
Your eyes make my heart beat faster
Tere naina, palkon mein samaa le
Your eyes hold me in them
Wallah
Oh Lord
Zakham pe marham, tere naina
Your eyes are like balm on a wound
Phool pe shabman, tere naina
Your eyes are like dew on a flower
Jag bhoole bhoole, tere naina
Your eyes make me forget the world
Dil choo le choo le, tere naina
Your eyes touch my heart
Tere nainon ke aage toh taaren bhi sharamaye ..
Even the stars are ashamed when compared to your eyes
Pa ni sa re sa ni dha pa
Ni dha pa ma ga re sa
Tere naina, tere naina
Your eyes…..
Nainon ki chaal hai, makhmali haal hai
Eyes have a velvet touch
Neechi palkon se badle samaa
From beneath lashes they can change the world
Rab ki nemat hai teri nigaahein
Eyes are God’s gift to you
Jisme basti hai uski duayein
Wherein reside His blessings
Aise naino ki baaton mein koi kyun na aaye
Who can resist the power of eyes such as yours
Ho Tere naina, tere naina, tere naina re – 4
Your eyes….
---
eh, tau 'kan ini lagu film apaan..?? yak..benar sekali.. My Name is Khan...
zuhud
Zuhud III
oleh: Suara Persaudaraan
Inilah dia kuda beroda dua
Kuda tunggangan tercanggih milik kita
Karena itu adalah hakekatnya amanah
Yang dititipkan oleh Allah
Rasulullah t’lah mengajarkan kita
Dengan bersyukur terhadap harta dunia
Qona’ah dengan s’gala pemberiannya
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Agar tiada tergelincir dalam lembah nista
Hanya karena harta yang bukan milik kita
Letakkanlah di tangan agar siap ditinggalkan
Tiada menjadi beban dalam kehidupan
---
like this banget dah sama nasyid yang satu ini.. hmm..zuhud.. kata seorang ustadz, zuhud itu memang urusan hati..
oleh: Suara Persaudaraan
Inilah dia kuda beroda dua
Kuda tunggangan tercanggih milik kita
Memburu waktu alternatif yang ada
Sebuah kendaraan motor roda dua
Buatan pabrik dua windu dulu kala
Meskipun demikian kami mensyukurinya
Nikmat dan karunia yang Allah berikanKarena itu adalah hakekatnya amanah
Yang dititipkan oleh Allah
Rasulullah t’lah mengajarkan kita
Dengan bersyukur terhadap harta dunia
Qona’ah dengan s’gala pemberiannya
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Agar tiada tergelincir dalam lembah nista
Hanya karena harta yang bukan milik kita
Letakkanlah di tangan agar siap ditinggalkan
Tiada menjadi beban dalam kehidupan
---
like this banget dah sama nasyid yang satu ini.. hmm..zuhud.. kata seorang ustadz, zuhud itu memang urusan hati..
Langganan:
Postingan (Atom)
